Pada Rabu, 12 September 2024, pasar kripto mengalami pelemahan yang cukup signifikan setelah debat presiden antara Wakil Presiden Amerika Serikat, Kamala Harris, dan mantan Presiden Donald Trump. Perdebatan yang dianggap mengecewakan oleh para pelaku pasar kripto menyebabkan aset digital utama seperti Bitcoin dan Ethereum terdepresiasi.
Berdasarkan data dari CoinMarketCap, pada pukul 05:48 WIB, harga Bitcoin melemah 0,38% ke level USD 57.333,61. Secara mingguan, Bitcoin masih berada di zona merah dengan penurunan sebesar 1,28%. Kondisi ini mencerminkan kekhawatiran yang melanda pasar kripto usai debat yang tidak berjalan sesuai ekspektasi banyak investor, terutama yang menaruh harapan pada posisi Trump sebagai pendukung kripto.
Ethereum dan Altcoin Juga Terkoreksi
Tak hanya Bitcoin, Ethereum (ETH) juga mencatatkan penurunan yang lebih tajam. Ethereum terdepresiasi 2% dalam 24 jam terakhir, dan secara mingguan turun hingga 5,03%. Altcoin lainnya seperti Solana (SOL) juga tidak lepas dari tren negatif, dengan harga tergelincir 2,57% dalam sehari terakhir dan 0,98% selama sepekan.
Sementara itu, XRP tertekan 1,28% dalam 24 jam terakhir dan mengalami depresiasi sebesar 4,42% dalam sepekan. Kondisi ini semakin mempertegas sentimen bearish yang mendominasi pasar setelah debat presiden.
Pasar Kripto Terperosok Setelah Debat Trump-Harris
Debat presiden kedua antara Kamala Harris dan Donald Trump dilaporkan mengecewakan pelaku pasar kripto, terutama karena Trump, yang dikenal sebagai pendukung kripto, tidak mampu memanfaatkan momentum untuk mendongkrak kepercayaan komunitas aset digital. Dalam debat ini, Harris tampak lebih tenang dan beberapa kali memancing Trump dengan pernyataan yang membuat mantan Presiden AS tersebut tampak marah dan mengeluarkan klaim-klaim yang dipertanyakan kebenarannya.
Menurut laporan dari Polymarket, peluang Trump untuk memenangkan pemilu presiden pada November merosot setelah debat tersebut, turun menjadi 49%. Ini menciptakan ketidakpastian di kalangan investor yang selama ini berharap Trump bisa memberikan dorongan pada pasar kripto.
Indikator Pasar Kripto dan Fear & Greed Index
Selain depresiasi harga aset digital, CoinDesk Market Index (CMI), yang mengukur kinerja kapitalisasi pasar aset digital, turun 0,79% ke angka 2.116,25. Open interest juga mengalami penurunan sebesar 0,7% ke USD 53,48 miliar, mengindikasikan bahwa aktivitas perdagangan di pasar kripto terus melemah.
Fear & Greed Index, yang diambil dari coinmarketcap.com, menunjukkan angka 37, menandakan bahwa pasar kripto saat ini berada dalam fase "fear" atau ketakutan, yang dipicu oleh kondisi ekonomi global dan ketidakpastian di industri aset digital.
ETF Bitcoin Mengalami Arus Masuk
Di tengah tren pelemahan ini, ada sedikit kabar positif dari pasar kripto. Dana yang diperdagangkan di bursa (ETF) Bitcoin mencatatkan arus masuk selama dua hari berturut-turut setelah mengalami kerugian yang memecahkan rekor. ETF ini berhasil mengumpulkan USD 117 juta, dengan produk FBTC dari Fidelity sebagai pemimpin arus masuk. Meskipun pasar kripto secara umum masih berada di bawah tekanan, arus masuk ini memberikan sedikit harapan bahwa investor institusional masih melihat potensi jangka panjang di sektor ini.
Kolaborasi di Pasar Kripto Global
Di tengah persaingan ketat di pasar kripto global, BXTEN berencana untuk memperluas ekosistemnya melalui kolaborasi dengan berbagai mitra strategis. Hal ini sejalan dengan posisi Indonesia dan negara-negara Asia Tenggara lainnya yang terus menonjol dalam adopsi kripto. Dengan melibatkan mitra global, BXTEN dapat menciptakan peluang baru bagi pengguna di seluruh dunia, memfasilitasi akses ke layanan keuangan tradisional dan produk kripto dalam satu ekosistem yang terpadu.
Kesimpulan
Pasar kripto saat ini berada di bawah bayang-bayang ketidakpastian, terutama setelah debat Trump-Harris yang mengecewakan investor. Depresiasi harga Bitcoin dan Ethereum, serta altcoin lainnya, mencerminkan sentimen negatif yang masih mendominasi pasar. Meskipun ada arus masuk di ETF Bitcoin, pelaku pasar masih harus berhati-hati dalam menghadapi kondisi ekonomi global yang dinamis dan fluktuasi politik yang mempengaruhi pasar kripto secara langsung.